Resensi (Review) Materi Modul Agenda 1 Latsar CPNS 2026: Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara, Analisis Isu Kontemporer, dan Kesiapsiagaan Bela Negara oleh Nadira Carryana Rachmanita, S. H.
- A.Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara
Modul pertama Latsar CPNS ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pemahaman dan pengamalan wawasan kebangsaan serta nilai-nilai bela negara. Pembelajaran ini diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi ASN dalam menjalankan perannya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat, serta perekat dan pemersatu bangsa.
Materi diawali dengan sejarah pergerakan kebangsaan Indonesia, yang menampilkan tonggak penting perjuangan nasional, seperti lahirnya Boedi Oetomo, peran Perhimpunan Indonesia di kancah internasional, Kongres Pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda, hingga pembentukan BPUPKI dan PPKI menjelang kemerdekaan. Sejarah tersebut menunjukkan besarnya pengorbanan para pendiri bangsa yang perlu dilanjutkan melalui pengabdian sebagai ASN yang profesional dan berintegritas.
Selanjutnya, modul menjelaskan wawasan kebangsaan sebagai cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya sebagai negara kepulauan yang mengutamakan persatuan, kesatuan, dan keutuhan NKRI. Wawasan ini menjadi landasan dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Materi konsensus dasar berbangsa dan bernegara meliputi Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu dalam keberagaman, serta NKRI sebagai bentuk negara yang lahir dari Proklamasi 17 Agustus 1945. Keempat konsensus tersebut menjadi fondasi utama kehidupan nasional.
Modul juga membahas simbol-simbol negara, yaitu bendera Merah Putih, Bahasa Indonesia, lambang Garuda Pancasila, dan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang berfungsi sebagai identitas, pemersatu, serta simbol kedaulatan dan kehormatan bangsa.
Pada bagian akhir, dijelaskan nilai-nilai bela negara, yang mencakup cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan pada Pancasila, rela berkorban, serta kemampuan awal bela negara. Nilai-nilai ini harus diaktualisasikan oleh ASN melalui sikap profesional, netral, beretika, bertanggung jawab, serta pelayanan publik yang adil, berkualitas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat dan negara.
- B.Analisis Isu Kontemporer
Pada modul kedua, peserta Latsar CPNS diarahkan untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis isu-isu kontemporer yang berkembang dalam hubungan antara masyarakat dan pemerintahan. Pembelajaran ini bertujuan membentuk ASN yang profesional dan berintegritas, serta mampu membaca perubahan lingkungan kerja, merespons permasalahan, dan merumuskan solusi secara tepat.
Modul ini menekankan pentingnya pemahaman terhadap perubahan lingkungan strategis, yang meliputi pengaruh individu, keluarga, masyarakat, negara, hingga dinamika global. Globalisasi dan kemajuan teknologi informasi banyak memengaruhi aspek seperti aspek hukum, politik, ekonomi, dan budaya. Perubahan tersebut berdampak pada cara pandang masyarakat terhadap nilai kebangsaan, bahkan berpotensi memunculkan sikap individualistis dan apatis jika tidak disikapi secara bijak. Oleh karena itu, ASN dituntut memahami isu globalisasi, demokrasi, desentralisasi, serta daya saing nasional sebagai bekal dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Selain itu, modul membahas isu-isu strategis kontemporer yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti pergeseran nasionalisme akibat globalisasi, radikalisme dan terorisme, penyalahgunaan narkoba, kejahatan siber, pencucian uang, hingga penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Isu-isu tersebut berpotensi menggerus nilai-nilai dasar Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, ASN dituntut bersikap objektif, analitis, dan bertanggung jawab. Kemampuan berpikir kritis menjadi kunci agar ASN mampu mengidentifikasi permasalahan secara tepat dan merumuskan solusi yang komprehensif demi menjaga stabilitas pemerintahan serta keutuhan bangsa dan negara.
- C.Kesiapsiagaan Bela Negara
Modul ketiga membahas kesiapsiagaan bela negara sebagai kemampuan awal yang harus dimiliki CPNS dalam mendukung upaya bela negara. Peserta Latsar diarahkan untuk memiliki kesiapan fisik dan mental melalui pemahaman konsep, latihan, serta aktivitas yang membentuk sikap disiplin dan tangguh dalam menjalankan tugas.
Kesiapsiagaan bela negara diwujudkan melalui kemampuan olah pikir, olah rasa, dan olah tindak. CPNS yang siap siaga mampu meminimalkan risiko dalam pelaksanaan kerja serta menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan baik dari internal maupun eksternal. Oleh karena itu, Latsar memberikan pembekalan pengetahuan sekaligus praktik implementasi nilai-nilai kesiapsiagaan.
Pelatihan kesiapsiagaan bela negara menekankan sikap tanggap terhadap permasalahan bangsa, tidak mudah terprovokasi atau terpengaruh informasi yang tidak benar, menjauhi perilaku negatif, serta mempersiapkan jasmani dan mental. Implementasi kesiapsiagaan ini bermanfaat dalam membentuk disiplin, kebersamaan, kepemimpinan, ketangguhan fisik dan mental, serta menumbuhkan cinta tanah air dan integritas pribadi.
Selain itu, modul ini menegaskan pentingnya kemampuan awal bela negara yang mencakup aspek fisik dan nonfisik. Secara fisik diwujudkan melalui kesehatan dan kesamaptaan jasmani–rohani, sedangkan secara nonfisik tercermin dalam etika, moral, dan kearifan lokal sebagai jati diri bangsa. Dengan terpenuhinya aspek-aspek tersebut, nilai-nilai bela negara dapat diimplementasi secara nyata dalam sikap dan perilaku CPNS.




























